Analisis Lap by Lap Brno 2015, Berkat Mesin Baru Fairing Baru, Ducati Secepat Repsol Honda!!!

Tim Italiano Ducati sepertinya tidak mau mendapat cap sebagai pabrikan papan tengah, demi menunjukkan tingkat kompetisinya melawan Duet Honda Yamaha, Ducati memperkenalkan mesin dan fairing baru untuk GP15. Mungkin untuk revisi ini dinamakan GP15 V1.02879 rev7 build10798 16082015, pokoknya update banget kaya antivirus laptop ane, yang connect ke wifi gratisan tiap pagi…
wpid-wp-1439504055599.jpeg
Perlu diketahui, pada race di Brno Purworejo kemaren hanya Dovizioso yang menggunakan mesin dan fairing baru. Lah kog malah kalah dari Ianone yang nggak pake mesin dan fairing baru? Ganti mesin gilingan klopo po piye?

Orak ngono masbro, memang kemaren hanya Dovizioso yang mencoba mesin dan fairing baru, sementara Ianone cuman mengubah settingan motor dan sasisnya, doi nyaman pake motor lama cuman ngutak atik seting aja biar bisa nge-rem lebih baik. Otomatis settingan Ianone lebih mateng ketimbang Dovi, karena dengan berubahnya mesin dan fairing di motor Dovi, dia kudu ngubah setting lain2 nya. Jelas khan…

ian pedro dovi

ian pedro dovi

Ngomong2 masalah start, di Race kali ini, Ianone start dengan posisi paling baik, yakni di posisi 4, Dovi di posisi 6, dan Pedrosa jauh di tengah di posisi 9. Langsung kita glundungkan race nya.

Lampu merah padam Dovi langsung ngacir ke posisi tiga, dan berhasil bikin bottleneck buat Rossi, The Doctor ketinggalan hampir 2 detik dalam 2 lap, saat di belakang Dovi. Apes Tecuari.

Dovi yang pada lap 3,4,5,6 ada di kisaran low 57, tidak mampu memperlebar jarak dengan Ianone yang berada di kisaran kurang dari setengah detik. Justru Ianone bisa memotong jarak dengan drastis di lap 6 dengan mencetak lap di ’56 high. Namun kemudian di lap ke 7 terlihat laptime Ianone melambat, karena terhambat oleh dovi.

Jarak Pedrosa dan Dovi terhadap Ianone

Jarak Pedrosa dan Dovi terhadap Ianone

Nggak mau lama-lama terkena bottleneck di belakang Dovi, Ianone salip Dovi di lap 8.
Lepas dari Dovi terlihat improve lagi laptime nya di low ’57, bukti bahwa dia terhambat oleh Dovi.

Sementara pedrosa yang start di belakang, menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menyalip pembalap2 di depannya. sempat turun ke posisi sepuluh di lap pertama, pedrosa bisa meraih posisi 6 setelah menyalip smith di lap 7. Namun jaraknya sudah lebih dari 2 detik dari Ianone.

Di pertengahan Race  Dovi konsisten mempertahankan jaraknya dengan Ianone di 1 detik an dan pedrosa terus menerus mendekat, hingga pada putaran ke 16 jarak ketiga pembalap ini kurang dari setengah detik. Kayaknya bakal seru nih three way battle buat posisi ke 4 di akhir lomba.

Tapiiii… kecele, menjelang akhir lomba justru Dovi dan Pedrosa melorot, padahal mereka belum saling serang. Mereka baru saling serang ketika memasuki lap 20, tapi dah melorot makin jauh dari Ianone di lap 18. Ianone konsisten di mid to low 57, sementara Pedro dan dovi di mid ’57 to ’57 high. Apalagi ketika Dovi dan Pedro saling serang, laptime mereka turun ke low ’58.

Battle hanya terjadi di akhir lap saat Pedrosa akhirnya bisa menyalip Dovi. Di garis finish, jarak antara ketiga pebalap ini kurang dari 3 detik, menunjukkan bahwa mereka bertiga setara untuk lomba kali ini. Dan menunjukkan pula bahwa Ducati sudah secepat Repsol Honda, on Painkiller. on Painkiller? Yup, Ducati memang secepat Repsol Honda, yang sedang cidera. Kalo Pedrosa nggak cidera, belum tentu bisa setara. 😀

So, Mesin baru dan Fairing baru untuk GP 15 yang dipakai Dovi ini  cukup menjanjikan, meski kalah dari GP15 awal yang digunakan  oleh Ianone. Karena waktu sangat pendek, yakni hanya FP1 sampai warm up, Dovi harus menemukan setting untuk motor “baru”nya. Sementara motor lama yang sudah dipakai berkali2 tentu sudah lebih tune in dengan sembalapnya.

Tapi hasil ducati ini, masih jauh jika dibandingkan dengan tim yang benar2 “pabrikan” dan tidak cidera, sesuai namanya GP15 kali ini finish 15 detik lebih lambat dalam 22 lap atau dengan kata lain 0,6 detik lebih lambat per putaran! epic.

Entah kalo nanti motor revisian ini settingannya sudah mateng, mungkin bisa lebih dekat ke depan. Toh masih 7 balapan lagi tahun ini, semoga saja.

Selamat menikmati.

Iklan

Tentang fandiartz

apa ya....
Pos ini dipublikasikan di Auto, Info, Sport. Tandai permalink.

Giliranmu...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s