Gurihnya Podium dan 16 Poin Cukup dengan Sedikit Sepakan, Analisis Laptime

Waaa panassss

panasss panassss

Rossi lagi ndengkulin aspal...

Tua-tua keladi

MotoGP makin panas nih, di mulai dari Rossi yang nuduh Marquez bantuin Lorenzo di Australia, terus Marquez bilang enggak, terus Rossi tetep nuduh, Lorenzo juga bilang enggak, Rossi nuduh lagi, Marquez bilang enggak lagi, Rossi tetep kekeuh pokoknya Marquez jahat, jahat, jahat.

Puncaknya di GP Sepang 2015 pada putaran ketujuh, tikungan ke empat belas, Rossi yang ada di posisi 4 nyalip Marquez, lalu melebar dengan sengaja, sembari menengok dan mentelengi (bahasa indonesia nya mendelik) Marquez beberapa kali, sambil misuh-misuh. Marquez yang nggak mudeng dengan pisuhan Rossi dalam bahasa Italy, malah cengengesan di kirain Rossi lagi berdoa biar mereka berdua bisa salip2an tanpa terjatuh.


Karena merasa pisuhannya gagal, Rossi naik pitam (padahal dia sedang naik Yamaha M1 juga, kebayang gak tuh? bisa naik pitam dan naik M1 dalam waktu bersamaan?), dan kemudian melakukan hal yang tidak terduga sama sekali yakni nyenggol setang marquez. Jatuh dah si Marquez, apes tenan, coba marquez paham bahasa Italy, khan bisa tau kalo Rossi lagi misuh. Signori vecchi chilan rawei dalan, fancali sisan, venra tuman.

Dengan demikian sukseslah Rossi menyingkirkan Marquez hanya dengan sedikit “sepakan”, tanpa harus fight yang menghabiskan energi, ban, bbm dan pikiran. Belum lagi kalau kalah, ngisini ngisini lah.

Loh mas bro, bukannya Rossi njatuhin Marquez karena jengkol (jengkel + dongkol), si Marquez bukannya ngelawan Lorenzo malah ngelawan Rossi, mau bantuin Jorge juara dunia apa. Kalau menurut BS sih cuman alibi embahnya doang, Kog bisa? bisa di lihat dari analisis Laptime nya sebagai berikut:

sepang 2015

Laptime Sepang 2015

Bahkan setelah lepas dari Marquez pun Rossi Race pace nya jauh di bawah Lorenzo dan Pedrosa. Misalkan saja saya hitung rata rata laptime mereka mulai lap ke 8 sampai akhir, maka rata-rata laptime Pedrosa 2:01,908, Lorenzo 2:02,139 dan Rossi 2:02,481. Terlihat Rossi 0,3 detik lebih lambat per lap daripada Lorenzo.

Maka dengan dijatuhkannya Marquez, Praktis podium dan 16 poin yang gurih bisa di bawa pulang dan dinikmati bersama keluarga di rumah tanpa harus ngepat ngepot dog fight. Dan masih bisa memimpin klasemen sementara. Sungguh di sayangkan apa yang dilakukan Rossi, padahal menurut analisis BS di artikel ini, doi bisa jurdun hanya dengan minimal sedikit lebih baik dari musim lalu. Tanpa trik dan intrik yang lain.

Posisi 4 di Sepang dan 13 poin, bila kalah dari Marquez, akan jauh lebih terhormat daripada 16 poin dan podium dengan sepakan kecil.

Tapi bagaimanapun #46 tetap lah Legend…

The kung fu Legend…

Selamat menikmati

Iklan

Tentang fandiartz

apa ya....
Pos ini dipublikasikan di Auto, Info, Sport dan tag , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Gurihnya Podium dan 16 Poin Cukup dengan Sedikit Sepakan, Analisis Laptime

  1. ekoandriyan berkata:

    Signori vecchi chilan rawei dalan, fancali sisan, venra tuman.

    sinyo pecicilan ra wehi dalan, pancali sisan, benra tuman
    ngunu yho
    itali bagian ungaran iki

  2. kaos drag berkata:

    sip sip lah bro manteppp

    kunjungi juga gubuk kami di kaos drag

  3. al pacino berkata:

    Ekekkekek temennya cakil toh sampean.

  4. morning rider berkata:

    bagaimana kalau mereka berdua jatuh ya?

  5. Balapan motor adalah kombinasi Pembalap & Motor,
    Pembalap jago + Motor Bagus
    selebihnya adalah alasan jika kedua hal tersebut diatas tidak berjalan dengan baik

Giliranmu...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s